-->
Motivasi Menulis

Promosi Melalui Miniatur

Miniatur. Sumber: Internet
Banyak peluang bisnis yang belum digarap oleh masyarakat Aceh, salah-satunya adalah miniatur benda-benda bersejarah. Jika ini dikelola dengan baik, sektor ini mampu mendapatkan omzet puluhan juta rupiah.

Bermodal Rp 2 juta, Mirjawal tidak menduga bisnis miniaturnya sudah berkembang pesat. Dalam dua tahun, bisnis yang dikembangkannya sudah menyebar hingga ke berbagai wilayah di Aceh. Dan kini, setiap bulan omzetnya yang dihasilkannya hingga jutaan rupiah.
“Alhamdulillah omzet saya sudah lumayan banyak,” kata Mirjawal, pemilik miniatur pusaka tuha kepada wartakota beberapa waktu lalu.
Disebutkan dia, untuk mengembangkan usaha miniatur itu, hal yang paling utama adalah kesabaran. Kesabaran ini, lanjut dia, akan menentukan usaha kita berkembang atau tidak.
“Faktor lain untuk memajukan usaha miniatur dan disukai oleh para konsumen dilakukan  melalui pengembangan ide,” ungkap dia.
Pada usaha miniatur Pusaka Tuha, lanjut dia, alat yang diproduksi hampir semuanya berhubungan dengan pariwisata, misalnya, Kapal Apung PLTD, Lonceng Cakra Donya, Rencong, Kupiah Meukutop, Rumoh Aceh dan Museum Tsunami. “Ini adalah salah satu cara untuk mempromosikan daerah melalui miniatur,” ujar Mirjawal.
Dia menambahkan, untuk memproduksi alat itu maka diperlukan orang-orang yang mencintai seni karena dengan pengerjaan dengan kehati-hatian akan menghasilkan produk yang memiliki karya yang bagus.
“Insya Allah, ke depan kita akan terus melakukan berbagai pengembangan agar menjadi lebih baik lagi,” kata dia.
Selain itu, Mirjawal menceritakan, ide tersebut lahir ketika pihaknya mendengar sambutan salah satu wartawan di Aceh yang mempertanyakan, kenapa miniatur yang dibuat oleh masyarakat di Banda aceh tidak berkembang, padahal jika ke Malaysia kita bisa bawa pulang miniature twin tower. “Kenapa jika wisatawan ke aceh tidak bisa bawa miniature mesjid raya, cakra donya dan berbagai lainnya,” kata Mirjawal menirukan ungkapan dari wartawan.
Saat itu, lanjut dia, hal tersebut menjadi sebuah peluang dan akan menggarap lahan ini apalagi saingnya juga belum bermunculan. Ide untuk melaksanakan itu, kata dia baru terwujud pada 2011 dan be bertepatan dengan Grand Opening Visit Banda Aceh di Taman Sari.
“Kita berharap, pemerintah juga mau membantu melakukan promosi ini ke berbagai negara,” pinta Mirzawal
Labels: Aceh, budaya, doa, kisah islam, religius, usaha

Thanks for reading Promosi Melalui Miniatur. Please share...!

0 Komentar untuk "Promosi Melalui Miniatur"

Back To Top