![]() |
| Ilustrasi, Sumber Internet |
“Dilarang masuk, wanita bercelana ketat/jean, dan lelaki bercelana pendek/merokok,” itulah tulisan yang terpasang di depan pintu pagar masuk Sekolah
Menengah Atas (SMA) 11 Banda Aceh. Sekolah
yang terletak di Gampong Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata merupakan sekolah umum
yang berbasis islami.
Di tempat ini, para siswa diharuskan untuk mengikuti program beut beungoh (pengajian qur’an
pagi hari,red) yang telah diterapkan. Program yang telah berlangsung sejak lama
ini, dilakukan sebelum proses belajar mengajar dimulai . Melalui pengeras suara, murid-murid itu
dibimbing oleh utusan yang telah didelagasikan sebelumnya ke Mushalla.
“Kurang lebih sekitar 15 menit waktu yang dihabiskan
untuk pengajian ini,” kata Kepala Sekolah SMA 11 Banda Aceh, Muhibbul Khibri, beberapa pekan lalu.
Program ini, lanjut dia,
salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam menanamkan nilai
keislaman bagi siswa/siswi yang belajar disini. Program ini sudah berlangsung sejak lama ini mulai
diterapkan secara disiplin dan terorganisir pada 2012.
Sekolah yang berdiri didirikan sembilan tahun silam juga
memiliki klub zikir. Mereka telah diundang ke berbagai tempat di
Banda Aceh da Aceh Besar.
Pemisahan
Kelas Belajar
Sekolah yang berdiri di atas tanah 8000 meter2 ini
memiliki 21 kelas ini. Saat belajar, antara murid putra dan putri
dipisah ruangan belajarnya. Proses
pemisahan ini sudah dimulai sejak
awal berdirinya sekolah, saat
itu awal pertama penerapan syariat islam di Banda Aceh,ujar dia.
“Awalpenerapannya
memang susah tapi setelah diberi pemahaman, Alhamddulillah
para siswa sudah mulai paham dan melaksanakannya," kata Muhibbul Khibri.
Dia menerangkan, kunci keberahasilan dalam
menerapkan aturan itu adalah, adanya pembiasaan kepada siswa-siswi yang baru
masuk, dan dari pembiasaan itu, nantinya
mereka akan mulai terbiasa. Aturan ini
perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini sehingga ke depan mereka akan terbiasa
dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya, lanjut dia.
Karena
itu, jika nilai seperti ini tidak ditanamkan mulai sekarang, ke depan akan
sulit mencari generasi yang tertanam nilai-nilai yang baik,” terang dia. Dalam
pelaksanaan, awalnya pihaknya mengaku sulit menjalankannya, namun karena orang
tua sangat mendukung program ini menjadi mudah.
Muhibbul
menjelaskan, supaya aturan ini berjalan baik, saat para siswa mendaftar ke sekolah tersebut , pihak sekolah
telah mensosialisasikan aturaan ini untuk mereka sehingga tidak ada alasan
untuk melanggar. "Jika mereka sepakat dengan aturan yang berlaku,
maka si siswa akan belajar di sini,”
ujar kepala SMA 11 ini.
Tidak
hanya itu, agar aturan tersebut berjalan maksimal, setiap kelas juga
ditempelkan tentang aturan-aturan dan sanksi bagi pelanggar aturan yang telah
disosialisasikan saat masuk. Ini
bertujuan untuk
membangun
kesadaran siswa dan pembentukan aqidah para siswa, katanya
Awalnya memang susah mengatur sekolah seperti ini
karena ada siswa-siswa yang membandel meski sudah disosialisakan aturan. Namun
karena aturan dan sanksi sudah
ditempelkan, mereka tinggal melihat saja, sanksi apa untu mereka dari setiap
kesalahan yang dilakukan, ujar Muhibbul.
"Banyak
kendala memang, karena ini sudah sepakat, jadi wajib dilaksanakan,” kata dia.
Muhibbul
menambahkan, program pemisahan kelas ini juga sangat didukung oleh orang tua
siswa dan tokoh-tokok masyarakat sehingga memudahkan pihaknya dalam
menerapkannya. “ Upaya seperti ini salah satu cara untuk membentuk moral siswa,
makanya banyak yang dukung,” papar Muhibbul.
Unggul di
Bidang Akademik
Selain
unggul di bidang agama, SMA 11 Banda Aceh ini juga unggul di bidang akademik,
dimana para lulusan di sini kebanyakan bisa menargetkan kuliah ke sejumlah
universitas negeri. Untuk menciptakan
keunggulan itu, sekolah ini dibarengi oleh memiliki kelengkapan fasilitas
seperi, labotarium Fisika, Kimia dan Bahasa.
Selain itu, untuk menunjang akademik di sekoolah ini, para guru-guru di
sekolah ini umumnya sudah bergelar master.

0 Komentar untuk "SEKOLAH UMUM BERBASIS ISLAM"