-->
Motivasi Menulis

Semangat Mensyiarkan Islam

Ilusttrasi Tsunami Aceh. Sumber Foto: Internet

Tiga bulan setelah tsunami menerjang Lamtemen, Tgk Muhibban bersama warga kembali ke perkampungannya. Puluhan mayat masih terlihat di bawah puing-puing bekas rerutuhan dan hempasan ombak ganas itu, balai pengajian tempat ia mensyiarkan ilmu agama juga ikut menjadi lampiasan gelombang tsunami.  Sambil mengelilingi lokasi,  ia menemukan kitab-kitab dan yasinan yang selama ini digunakan dirinya bersama para santri terlihat masih utuh walau berada di bawah tumpukan sampah-sampah yang di bawa oleh bencana tsunami.

“Subhanallah, ketika itu perasaan saya sangat senang  melihat kitab tidak rusak sedikitpun,” kenang Tgk H Muhibban H M Ajad.

Berawal dari penemuan itulah, semangat untuk menghidupkan dayah  itu kembali  muncul 
dalam  benak dirinya. Lalu, ia mengajak beberapa santri dan para warga untuk membersihkan lokasi itu, selang tujuh bulan bencana tsunami menerjang itu, dayah ini sudah mulai aktif kembali.

“Pasca tsunami, ada 36 santri kembali belajar sejak dayah kembali aktif, namun mereka harus pulang pergi dari tempat pengajian ke pengungsian,”ujar Pimpinan Dayah Mabda’ul Ulum,  Tgk H Muhibban H M Ajad kepada Tabloid Banda Aceh Madani beberapa pekan lalu.

Setelah masa tanggap darurat selesai, Tgk Muhibban bersama masyarakat kembali ke kampung halamannya, mereka bersama para santri-santrinya perlahan membangun kembali dayah itu.   Kini, Dayah Mabdau’ul Ulum itu kembali beraktifitas seperti sedia kalanya.

Selang lima tahun setelah bencana tsunami itu, dayah tersebut  telah memiliki lahan seluas  2000 m2  , diatasnya itu didirikan enam kelas dan puluhan bilik serta satu buah mushalla. Kesemua bantuan itu bersumber dari bantuan dan wakaf masyarakat, sebut Tgk Muhibban.

“Dayah Mabda’ul Ulum menampung  ratusan santri yang mondok, mereka tersebar dari berbagai wilayah di Aceh, seperti, Aceh Utara, Pidie, Aceh Selatan dan Aceh Besar. “Semua santri itu diajarkan oleh 11 orang teungku (ustadz,red),” jelas Alumni Mudi Mesra Samalanga ini.

Dayah yang sudah berdiri sejak 2003 lalu di Gampong Lamtemen Barat itu memiliki kurikukulum pembelajaran yang jelas dan ketat. Setiap hari, jadwal untuk belajar  pengajian ada tiga waktu yakni, setelah  shalat subuh, shalat ashar dan shalat magrib. “Meskipun mereka ada yang masih kuliah dan sekolah, para santri harus mematuhi aturannya,” tegas Tgk Muhibban.
Pengajian untuk Warga
Tidak hanya bagi santri yang mondok,  Dayah Mabda’ul Ulum juga mengadakan pengajian Majlis Ta’lim untuk masyarakat umum yang ada di Banda Aceh. Kalau untuk kalangan ibu-ibu, pengajiannya dilaksanakan pada Sabtu siang di Mushalla dayah, sedangkan untuk kalangan bapak-bapak digelar pada Rabu malam di Masjid Lamtemen.
“Alhamdulillah, dengan ada dayah ini bisa mentransformasikan sedikit ilmu yang saya dapatkan sebelumnya untuk para masyarakat,” kata Alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga ini.
 ****
Kisah pembangunan dayah Mabda’ul Ulum berawal ketika Tgk Muhibban merantau ke Banda Aceh.  Saat itu, beberapa Alumni Dayah Mudi Mesra yang merupakan warga Lamtemen  berjumpa dirinya dan meminta untuk mengajarkan mereka.

“Awalnya proses pembelajaran itu hanya berlansung sesama alumni Samalanga. Tapi, setelah beberapa kabar adanya tersebarlah ke para warga, dan satu-persatu para warga mengikuti pengajian.  “Karena sudah banyak para warga yang ikut mengaji, saya diminta untuk memberikan pengajian pada majlis ta’lim di Masjid Lamtemen ketika itu,” ujar Tgk Muhibban.

Setahun setelah memberikan pengajian di sana, ia meminang salah seorang wanita  yang juga warga di sana. Karena  sudah menetap di Lamtemen,  ia meminta ke pengurus masjid untuk dibangun sebuah balai di samping masjid dan mereka menyetujuinya.

“Sebelum mendirikan dayah ini, selain mengajar  di masjid. Saya juga mengajar di balai pengajian dekat masjid,” kenang Tgk Muhibban.
Labels: Aceh, besar, budaya, doa, gelombang dahsyat, jalan-jalan, kisah islam, motivasi, tsunami

Thanks for reading Semangat Mensyiarkan Islam. Please share...!

0 Komentar untuk "Semangat Mensyiarkan Islam"

Back To Top