![]() |
| ilustrasi; Sumber Internet |
Kamar itu berukuran sederhana. Beberapa lemari
kayu tertata rapi. Di dalamnya berbagai benda bersejarah seperti, bedil, radio
komunikasi, kamera, plakat penghargaan, manuskrip, naskah kuno, dan rencong tersusun
indah. Pada dinding depan pintu masuk, beberapa pedang dengan berbagai jenis
terpajang bebas.
“Semua benda-benda itu adalah koleksi almarhum
Profesor Ali Hasjmy ,” kata Ketua Harian Yayasan Perpustakaan dan Museum Ali
Hasjmy, Muhammad Iqbal kepada Warta Banda Aceh, Senin pekan lalu. Museum yang
terletak di Jalan Jenderal Sudirman, No 20 Geuceu ini didirikan oleh Ali Hasjmy
pada 1991.
Yayasan berbentuk perpustakaan dan museum ini
diresmikan oleh Menteri Penerangan Republik Indonesia, Harmoko pada 18 Februari
1993. Setahun kemudian, Perpustakaan dan Museum Ali Hasjmy kembali diresmikan
oleh Mentri Bulog RI, Profesor Ibrahim Hasan yang juga bekas Gubernur Aceh.
Menurut dia, museum itu didirikan Ali Hasjmy
ketika ia masih hidup. Inisiatif pendirian museum itu, lanjut cucu pertama Ali
Hasjmy ini terinspirasi dari tokoh-tokoh besar dunia yang ingin mengajarkan
ilmunya ke generasi setelahnya.
“Karena beliau memiliki banyak koleksi
buku-buku zaman dulu, dan benda-benda bersejarah Aceh yang sangat bernilai, makanya lahirlah
keinginannya untuk membuat sebuah pustaka dan museum itu,” sambung M Djailani,
pengelola museum tersebut.
Dikatakan Djailani, semasa hidupnya, Profesor
Ali Hasjmi telah mengoleksi ribuan buku-buku yang mengadung nilai-nilai penting
untuk tentang pembangunan Aceh dari berbagai displin ilmu, seperti
pendidikan agama, sejarah, sosial maupun tentang obat-obatan. Beliau,
lanjut Djailani, sudah mulai mengumpulkan buku tersebut sejak usianya
masih belia.
“Buku yang beliau koleksi dari ada dari berbagai pengarang, mulai dari yang
luar negeri, dalam negeri maupun hasil karyanya
sendiri. Buku-buku itu ada yang berbahasa Inggris,Belanda, Arab dan
Melayu,” tambah Muhammad Alkaf MA,
pengelolaa museum lainnya.
Alkaf mengungkapkan menambahkan, pada museum
Hasjmy ini, juga dipamerkan berbagai koleksi pribadinya semasa hidup seperti
tas-tas yang diberikan saat mengikuti berbagai pelatihan, serta jam tangan miliknya .
Profesor Ali Hasjmi
Semasa hidupnya, Ali Hasjmi dikenal sebagai
sosok ulama, aktivis, sastrawan dan politikus. Ia lahir pada 28 Maret
1914. Pada jabatan politis, ia pernah
menjadi Gubernur Aceh pada periode 1957-1964. Pada masa mudanya, beliua sangat
aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan. Sedangkanka dalam bidang sastrawan,
ia awalnya pernah menjadi wartawan. Dari dunia itu, ia bahkan pernah ditangkap
oleh Belanda ketika menuliskan tentang kebiadaban-kebiadaban tentara kolonial
terhadap rakyat Aceh.
“Karena tulisan itu
dianggap sebagai alat provokasi rakyat, makanya beliau ditangkap,” ujar Muhammad
Alkaf Ali Hasjmi juga telah menerbitkan puluhan buku dari berbagai bidang seperti, sastra, agama, dan politik
Labels:
dayah,
kisah islam,
religius
Thanks for reading Berwisata ke Perpustakaan Ali Hasyimi. Please share...!

0 Komentar untuk "Berwisata ke Perpustakaan Ali Hasyimi"