Nurlaila hanya bisa meringis saat jempol kakinya berbenturan dengan kaki meja makan di rumahnya. Warga Lampeuneurut ini tak lantas memegangi kakinya dan berharap rasa sakit yang menyengat itu segera hilang, “tapi mau bilang apa, kalau disentuh makin sakit. Ya mending ditahankan saja,” katanya. Ujung kaki Nurlaila memang mengalami cantengan, atau dalam bahasa Aceh disebuut cemekam. Awalnya penyakit itu didapatnya saat ia memotong kuku jempol kakinya terlalu dalam. Akibatnya, ketika kukunya memanjang, kuku menusuk ke daging. Namun ia tak berani memotong karena tak tahan membayangkan rasa sakit yang akan dideritanya. Nur, demikian ia biasa dipanggil, membiarkan bagian luar jempolnya memerah sebari menunggu kuku kakinya panjang. Saat hendak dipotong, kuku kaki itu memang sudah menghujam daging dan bernanah. Bau menyengat terhidu saat ia mendekatkan jari bekas tangan yang memegang kuku kaki itu ke wajahnya. Menurut Dokter Diana, seorang dokter umum di Banda Aceh, luka di kuku kaki maupun tangan jangan dibiarkan berkelanjutan. Biasanya, luka tersebut akan menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan dan bahkan sepanjang hidup, jika tidak segera diobati, “jangan sepelekan cemekam,” katanya. Cantengan adalah disebabkan pertumbuhan kuku, baik pada jari jempol atau pun jari lainnya, yang kurang baik. Sehingga menusuk kulit halus di samping kuku tersebut. Akibatnya, menimbulkan luka. Luka tersebut biasanya akan membengkak karena terinteksi kotoran dan kuman-kuman di sekitarnya. Lambat laun, luka tersebut akan terasa sangat sakit yang dapat merusak konsentrasi. “Bahkan bagi sebagian orang, khususnya wanita, cemekam menghilangkan rasa percaya diri,” ujarnya. Cara mengatasi dan mengobati cantengan adalah dengan melenyapkan bagian kuku yang menancap. Cara menghilangkan kuku yang menusuk kulit bisa dilakukan sendiri atau bantuan orang lain, seperti dokter. Namun yang harus dipastikan adalah, alat yang akan digunakan harus steril dan aman. Seperti silet, jepitan kuku, jarum. Kalau perlu, gunakan juga antiseptik, kapas, tisu, dan sebagainya sesuai kebutuhan. Setelah memotong bagian kuku yang menancap, luka bisa disembuhkan dengan menggunakan obat antiseptik yang biasa didapat. Memang, kata Diana, sebelum memulai “operasi cemekam”, harus bersiap mental, karena rasa sakit yang diakibatkannya sangat “dahsyat”. Bahkan, dalam beberapa kasus, perlu waktu beberapa hari untuk mengeluarkan darah dan nanah di daging yang terkena cemekam. Namun rasa sakit ini terbayar dengan kesembuhan jari yang terkena cantengan. Karenanya, pikirkanlah dahulu teknik yang akan digunakan dalam proses tersebut. Ada baiknya, kata Diana, pembersihan cantengan dilakukan oleh orang lain untuk memaksimalkan hasilnya. Setelah kuku yang menusuk kulit berhasil disingkirkan, obati luka yang membengkak serta luka baru, yang mungkin terjadi saat pengangkatan kuku, dengan obat luka luar yang aman dan bebas merkuri. “Biarkan kaki tetap terbuka hingga luka kering dan sembuh,” kata Diana. Untuk pencegahan cantengan, pastikan memotong kuku dengan baik dengan tidak meniggalkan pola potongan yang tajam dan berpotensi menimbulkan cantengan pada jari tangan maupun kaki.
Nurlaila hanya bisa meringis saat jempol kakinya berbenturan dengan kaki meja makan di rumahnya. Warga Lampeuneurut ini tak lantas memegangi kakinya dan berharap rasa sakit yang menyengat itu segera hilang, “tapi mau bilang apa, kalau disentuh makin sakit. Ya mending ditahankan saja,” katanya. Ujung kaki Nurlaila memang mengalami cantengan, atau dalam bahasa Aceh disebuut cemekam. Awalnya penyakit itu didapatnya saat ia memotong kuku jempol kakinya terlalu dalam. Akibatnya, ketika kukunya memanjang, kuku menusuk ke daging. Namun ia tak berani memotong karena tak tahan membayangkan rasa sakit yang akan dideritanya. Nur, demikian ia biasa dipanggil, membiarkan bagian luar jempolnya memerah sebari menunggu kuku kakinya panjang. Saat hendak dipotong, kuku kaki itu memang sudah menghujam daging dan bernanah. Bau menyengat terhidu saat ia mendekatkan jari bekas tangan yang memegang kuku kaki itu ke wajahnya. Menurut Dokter Diana, seorang dokter umum di Banda Aceh, luka di kuku kaki maupun tangan jangan dibiarkan berkelanjutan. Biasanya, luka tersebut akan menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan dan bahkan sepanjang hidup, jika tidak segera diobati, “jangan sepelekan cemekam,” katanya. Cantengan adalah disebabkan pertumbuhan kuku, baik pada jari jempol atau pun jari lainnya, yang kurang baik. Sehingga menusuk kulit halus di samping kuku tersebut. Akibatnya, menimbulkan luka. Luka tersebut biasanya akan membengkak karena terinteksi kotoran dan kuman-kuman di sekitarnya. Lambat laun, luka tersebut akan terasa sangat sakit yang dapat merusak konsentrasi. “Bahkan bagi sebagian orang, khususnya wanita, cemekam menghilangkan rasa percaya diri,” ujarnya. Cara mengatasi dan mengobati cantengan adalah dengan melenyapkan bagian kuku yang menancap. Cara menghilangkan kuku yang menusuk kulit bisa dilakukan sendiri atau bantuan orang lain, seperti dokter. Namun yang harus dipastikan adalah, alat yang akan digunakan harus steril dan aman. Seperti silet, jepitan kuku, jarum. Kalau perlu, gunakan juga antiseptik, kapas, tisu, dan sebagainya sesuai kebutuhan. Setelah memotong bagian kuku yang menancap, luka bisa disembuhkan dengan menggunakan obat antiseptik yang biasa didapat. Memang, kata Diana, sebelum memulai “operasi cemekam”, harus bersiap mental, karena rasa sakit yang diakibatkannya sangat “dahsyat”. Bahkan, dalam beberapa kasus, perlu waktu beberapa hari untuk mengeluarkan darah dan nanah di daging yang terkena cemekam. Namun rasa sakit ini terbayar dengan kesembuhan jari yang terkena cantengan. Karenanya, pikirkanlah dahulu teknik yang akan digunakan dalam proses tersebut. Ada baiknya, kata Diana, pembersihan cantengan dilakukan oleh orang lain untuk memaksimalkan hasilnya. Setelah kuku yang menusuk kulit berhasil disingkirkan, obati luka yang membengkak serta luka baru, yang mungkin terjadi saat pengangkatan kuku, dengan obat luka luar yang aman dan bebas merkuri. “Biarkan kaki tetap terbuka hingga luka kering dan sembuh,” kata Diana. Untuk pencegahan cantengan, pastikan memotong kuku dengan baik dengan tidak meniggalkan pola potongan yang tajam dan berpotensi menimbulkan cantengan pada jari tangan maupun kaki.
0 Komentar untuk " Jangan Sepelekan Ceumeukam"